Aku scroll media social tiktok, ada fyp masuk ke beranda terkait Deposito. Ko bisa kata aku teh , karena penasaran aku visit akun beliau. Sempet komen di vt nya aku tanyalah kenapaa bisa ? dia jawab niat nya memang sudah mau tipu, dan nasabah terlalu percaya. Aku cari kronologi lengkapnya , kalau dirinci secara singkat begini :
- Ada satu nasabah punya temen yang kerja di bank kemudian di tawarin produk bank yaiattu deposito
- Setelah deal akhirnya nasabah ini bersedia membuka tabungan deposito berjangka
- Berkas disiapkan itu di lakukan di lingkungan Bank
- Pemberkasan nasabah dan dari pihak bank , kemudian ttd selesai
- Bilyet terima oleh nasabah tanpa cek validasi
Sampai 5 langkah diatas agak sedikit janggal memang. Sampai akhirnya nasabah mau mencairkan pihak bank menolak. Karena validasi bank tidak ada, dan bilyet pun dikatakkan kosong alias bodong. Ini mah sudah penipuan konsepnya. Zonk nya, temen nasabah ini sudah di nyatakan resgin ( kasian sih ) dan nilainya pun pantastis lho 4 Miliar. Deposito disimpan untuk dana pendidikan. Singkat cerita dicari lah teman nya , ketemu dan diminta atm tabungan deposito itu yang sisanyaa hanya 400 juta. Sampai akhirnya temenya , pihak bank, dan lps dan nasabah ini berkumpul. Nasabah di bantu pihak terkait yang hanya sekian persen kembali ( LPS), dan yang nipu hanya sanggup kembalikan uang di 400 jutaa itu pun dicicil 2 tahun. Ini mah tindak kriminal tapi nasabah ini too much baiknya tidak melaporkan diselesaikan atas kesepakatan.
Dulu sempat kerja di Bank malu sekali lihat kasus ini. Sebagai pegawai bank melakukan fraud itu pantang dilakukan. Ini soal kejujuran dan integritas kita. Melihat kasus diatas itu jelas kesengajaan melakukan tindak penipuan. Dari step nya aja udah tidak sesuai prosedur.
- Penawaran nya benar biasanya customer service menawarkan produk ke nasabah pas datang ke bank. Salah satu produk nya deposito
- Berkas lengkap nasabah ok , nah temen-temen juga harus terima hitam diatas putih kalau deposito itu berbentuk bilyet. Bilyet ini cair langsung ke rekening nasabah sesuai jatuh tempo.
- Bilyet deposito ini harus di cek nama pemilik bilyet, alamat nominal yang didepositokan, tanda tangan pejabat berwenang , validasi ( tanda udah di cap oleh mesin validasi isinya tanggal hari ini ), sistem deposito auto perpanjang atau tidak, tenor ( jangka waktu ) deposito 1 bulan,3,6,9,12 biasanya, itu semua tertera kalau ada yang kurang paham mohon ditanyakan.
- Kalau kita sudah punya tabungan di bank itu nanti akan ada remark pendebetan untuk deposito
- Pengecekan berkala ke bank ( kita harus aktif dan kritis ).
Sepengalaman aku buat deposito alhamdulillah aman. Pastikan kita juga cek by rechek. Kalau bermasalah ada sistem yang salah entah sistem perbankannya atau human nya. Nasabah diatas mungkin terlalu percaya sampai akhirnya tertipu.
.png)
Aduh, zaman sekarang mah kudu ati-ati banget ya mbak perkara duit-duitan. Ndak boleh ngasal, apalagi sembarangan. Haram hukumnya untuk mempercayakan uang ke orang lain, entah yang udah kenal lama, maupun yang baru kenal.
BalasHapusToh, sekarang kan kalo mau beli deposito.. itu udah ada aplikasinya ya. Lebih mudah, transparan juga. ketimbang percayain ke orang gini mah.. resiko banget.
Kalau mau pakai produk keuangan tuh hal paling penting check² ya mbak Nuy. Saya sendiri sebelum taruh invest bentuk apapun, cukup lama buat milih bisa 2-3 bulan buat cek kredibilitas, review sampai kinerja banknya sendiri. Takut lho kalau sudah tanam produk invest saham, crypto termasuk deposito, terus kena tipu perkara administrasi. Karena ya gimana² dana kan menyangkut kehidupan masa depan..
BalasHapus🥲🥲
Intinya jadi nasabah jangan terlalu kelewat polos juga, ya gak sih Teh Nuy?
BalasHapusSoalnya kan sebagai nasabah seharusnya punya gitu gambaran atau pengetahuan sebelum melakukan transaksi keuangan apapun. Dengan begitu bisa cepet engeh semisal ada hal-hal janggal, dan juga ketika konsul seperti itu jangan sendirian
Sedih ih kena tipu gitu. Apalagi ditipu teman sendiri. Pasti karena teman, apalagi sudah kenal lama kita jadi percaya. Eh ternyata air susuh dibalas air tubah. Aku juga ada pengalaman begitu sama teman. Untung nominalnya nggak banyak. Memang kita harus hati-hati banget ya urusan uang. Harus teliti dan kritis.
BalasHapusYa Allah tega banget sih nipu orang sampai kayak gitu. Dia gak mikirin sulitnya mengumpulkan uang sampai segitu ya, huhuhu. Apalagi itu untuk dana pendidikan, ya Allah.
BalasHapusBener banget ya, untuk urusan apapun terkait keuangan kita tuh bener-bener harus detail dan jeli banget, hati-hatii banget pokoknya. Mau dibilang curigaan, ya daripada kenapa kenapa di akhir ya, mending ribet di awal.
Huah, semoga yang kena tipu ini rejekinya dilipatgandakan dari cara yang Allah saja yang tau.
Aduh jahat banget pegawai banknya, apalagi katanya temen. Temen macam apa yang gitu yaaa :(
BalasHapusMana smooth banget nipunya, sampai penipuannya juga dilakukan di bank.
Zaman dulu ortu kita yang boomers tu salah satu invesnya deposito ini, untung yaa, zaman dulu tu nggak marak orang ngide nipu gini astaga.
Memang sebaiknya kalau mau investasi selalu pakai platform terpercaya. Begitu pula kalau ke bank, mending transaksi dengan pegawainya langsung, yang profesional aja sih ya.
BTW itu dicicil tapi emang ada jaminan dikembalikan semua kah mbak? Hehe penasaran.
Seringnya di negeri aneh ini, penipu tu milih dipenjara aja, karena dalam setahun dua tahun toh akan bebas, lalu balik nipu lagi T.T
Ngeriiiii🫣
Hapussaiki segala macam kok banyak celah untuk nipu.
padahal hidup tenang itu tujuan semua orang yha
Sungguh miris ya, masih saja ada berkedok teman tetapi bikin celaka.
BalasHapusMungkin yang perlu di tanamkan pada setiap kita, kalau uang itu tidak berteman atau bersaudara. Perlu banget hati-hati dalam transaksi apapun. Apalagi soal deposito, jumlah tidak sedikit karena kalau intrumen itu selalu memberi minimal nilai yang cukup penting untuk lebih berhati-hati.
Semoga kita lebih jeli dan hati-hati dalam transaksi keuangan.
di zaman digital begini banyak informasi yang bisa kita cari secara detail termasuk bagaimana proses deposito, kita harus cek dan ricek juga agar tidak terjadi kesalahan, kita sebagai nasabah ga boleh langsung percaya harus paham betul tentang deposito itu biar ga kena tipu ya mba Nuy, semoga ga ada kejadian begini lagi
BalasHapusWaduh kok begitu ya. Saat ini sebetulnya mudah lo membuat deposito tanah harus ke bank juga. Memang jangan mudah percaya dengan orang lain, kita sendiri harus lebih waspada jangan mudah percaya, karena kita tidak tahu apa niat seseorang ke kita
BalasHapusNgeri banget yak sekarang ini, kadang temen aja yang dipercaya bisa melakukan hal penipuan Segede itu. Nggak nyangka tapi nyata adanya. Terkait deposito emang baiknya datang langsung ke bank dan memastikan ini beneran ada masuk di transaksi.
BalasHapusBingung juga ada orang sebaik itu, kerugiannya gede tapi nggak lapor polisi. Atau dia males juga berurusan sama polisi kita ya yang belibet.
Sebagai salah satu orang yang bekerja di bank, ini udah salah satu tindak kriminal banget sih. Kalau ketemu orang saklek, mana bisa dia nyicil begitu huhuhu. Pembelajaran banget mesti hati-hati kalau mau deposito, better ke bank nya langsung deh.
Tega sekali ini ya, Mbak. Bukan hanya makan teman, tapi menyusahkan teman juga. Uang 4 milyar hanya sanggup dibayar 400 juta. itu pun nyicil 2 tahun. Harusnya dilaporkan saja. Karena orang kayak begini nanti malah keenakan dan ga jera. Akhirnya nanti akan menjerat orang lain lagi.
BalasHapusSaking percaya sama temannya malah ditipu ya Allah iblis banget temannya padahal dia dapat komisi nggak sih kalau dapat nasabah mbak? memang harus waspada sekarang soal uang nggak ada istilah teman atau saudara..apa lagi deposito bikinnya mudah ya tinggal ke kantor dan ikuti prosesnya..
BalasHapusZaman sekarang memang kita harus pintar dan harus berhati-hati dan juga teliti dalam hal pengeluaran uang maupun berinvestasi karena banyak sekali scam maupun cara-cara penipuan yang dilakukan bahkan oleh teman sendiri jadi kita harus membekali diri dengan ilmu dan juga pengetahuan supaya tidak terjebak oleh hal-hal seperti itu
BalasHapusmbak ini yang menipunya pegawai bank-nya kah? kok tega banget sih mana uangnya banyak banget itu dan sama pihak bank jadinya nggak ketahuan karena dilakukan di lingkungan bank gitu ya?
BalasHapusWow, fantastis banget itu 4M. Hari gini ya, uang segitu nyarinya jungkir balik. Kalo gak punya privilege atau bisnis yang moncer, gak bakalan bisa deh dari gaji aja dapet segitu. Iya banget, urusan financial mah kudu hati2. Gak orang lain, gak sodara, gak temen. Kudu secara professional sesuai aturan biar aman.
BalasHapusKunaon yah Ceu. Asa makin ke sini makin menjadi dunia pertipu daya teh. Udah nilainya teh selalu totalnya fantastis. Ngeri bangettt..astagfirullah
BalasHapus