Hujan di Bandung hari itu tidak berhenti sama sekali. Seingat ku dari 20 Januari 2026 hujan dari subuh hari tidak berhenti sampai ketemu malam. Matahari pun enggan nampak, dan suhu udara duh udah mah Bandung dingin tambah cuaca agak ekstrem dihari-hari kemarin.
Sampai hari Jumat pun hujan masih terus , ampe jemuran ku dari hari selasa nyuci enggak kering walau pakai pengering. Hmm kadang suka filling enggak enak aja gitu aku teh. Terakhir mikir yang enggak-enggak pas hujan di awal tahun masih inget tuh 3 Januari 2026 hujan di Bandung terbilang besar. Qadarulah itu daerah deket tempat tinggal tepatnya di pesisir Sungai Citarum kena banjir. Alhasil lalulintas arah Rancamanyar , Dayeuh Kolott, Cibaduyut mati total.
Hujan tidak berhenti kaya kasih tanda, bukan overthinking tapi lebih waspada dan hati-hati itu dianjurkan. 24 Januari 2026 pas adzan subuh bangun , lihat handphone ada notifikasi dari aplikasi news di hp ku. Longsor desa Pasir Kuning ,Pasirlangu , Kecamatan Cisarua Kabupaten Badung Barat. Longsor dari hulu Gunung Burangrarang yang berakhir di hili pemukiman warga yang tempuh jarak 3 Km. Innalilahi 😭
Update di media social,yang live di Televisi korban yang terdata hilang 87. Per tanggal 25 berhasil di evakuasi 19 jenazah. BNPB, BPBD, BASARNAS, TNI, POLRI serta relawan agak kesulitan mengevakuasi korban karena countur tanah yang basah. Alat beratpun tidak bisa ke TKP karena medan yang sulit.
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat beserta Bupati Kabupaten Bandung Barat sudah berada di Lokasi kejadian untuk memastikan evakuasi korban terutama korban yang selamat. 14 hari kedepan darurat bencana akan terus di upaya kan penemuan korban.
Hari ini evaluasi untuk penemuan korban bencana. Jadi arahan sekda yang saya tonton di media bahwa dibuat strategi dengan cara pembagian alias di maping. Ada yang utara ,barat , timur , timur san selatan. Ini udah hari ke 4 korban masih banyak yang tertimbun di dalam tanah.
Update terkait bencana yang sedang terjadi saya lihat di instagram Humas Jabar .Semoga evakuasi nya lancar ya Allah, korban yang tertimbun segera ditemukan. Sodara - sodara kami disana lekas pulih juga aamiin.
Tentang Bencana
Bencana itu memang kita tidak bisa hindari. Alam sudah bertindak dengan seharusnya. Alam memberikan pilihan dan pilihan itu oleh manusia sudah diketahui jauh sebelum bencana itu terjadi.
Seperti contoh bencana yang Cisarua, ketika sudah terjadi penjelasan demi penjelasan pun muncul. Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertanya dalam bahasa sunda " ieu naha dipelakan sayur mayur atuh dan taneuh na? " beberapa pengungsi di tempat pengungsian pun menjawab " eta mah nu pribadi pa " pan kudu na ulah sayur mayur , jadi taneh na moal kuat nahan".
Jadi teringat kasus pangalengan di akhir tahun kemarin ada juga longsor di Arjasari , Banjaran setelab ditelusuri penyebabnya adalah pembangunan hunian di daerah resapan air. Ino konsentrasi pemerintah Jawa Barat harus ditangani secepat mungkin. Alhasil izin pendirian bangunan didaerah rawan bencana dihentikan. Wadidaw.
Bencana yang terjadi memang karena ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Aku jadi kepikiran juga nih karena kita tidak tahu bencana itu datang. Oleh karenanya mitigasi bencana harus kita siapkan minimal persiapan sendiri dalan satu ransel :
1. Aku siapkan peradministrasian pemerintah seperti Kartu Keluarga, Buku Nikah , Akta anak surat rumah dan sebagainya dalam satu map anti air deh kayakya biar aman.
2. Tas juga harus waterproof uy , terinspirasi dari bu athalia yang kemaren share di medsos nya tas mitigasi bencana kalau bisa waterproof ceunah. Bisa bahan taslan , nylon , wp , despo.
3. Obat-obatan seperlunya atau bisa di collect ke pouch p3k ( kayu putih jangan lupa )
4. Jas hujan juga penting
5. Pakaian yang berbahan ringan biar bisa di pack dan tidak makan tempat yang banyak
6. Uang tunai
7. Power bank
Itu cukup mungkin ya persiapan mitigasi nya . Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi kepada kita. Sama - sama saling mengingat kan itu penting juga ya. Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan Allah dimanapun kita berada aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar