Kamis, 26 Maret 2026

Ini Yang Aku Lakukan Agar Anak Aktif Berkomunikasi

Ketika bertemu ibu yang memiliki anak tidak bisa dipungkiri perbincangan tentang tumbuh kembang anak itu jadi topik utama. Selalu bersikap netral adalah tindakan paling aman. Jujur ya kalau sudah bicara soal tumbuh kembang anak aku selalu memantau secara pribadi tanpa membandingkan satu sama lain. Toh tiap anak punya keunikan nya masing. 

Indikator tumbuh kembang anak selalu saya diskusikan salah satunya ketika moment  posyandu dan ketemu bidan. Jika ada biaya lebih mungkin temen-temen mom disana bisa konsul dengan dokter spesialis anak. Sekarang mah kan para dokter spesialis anak juga suka sharing soal indikator tumbuh kembang anak. 

Belum lama di posyandu di sharing mengenai komunikasi anak. Ada bidan yang mendampingi menjelaskan bahwa penting sekali menjaga komunikasi tetap aktif dengan anak. Tujuan nya tiada lain anak bisa berkomunikasi aktif  sesuai usianya. Digaris bawahi masa balita disini. Respon ibu - ibu pun ternyata di luar diguaan aktif bertanya semua. Salah satunya mengenai keterlambatan bicara, notice kan bidan dann bu dokter sampai di buka ruang konsul mesti datang ke puskesmas. 

Ternyata ibu-ibu memendam satu perasaan yang enggak bisa diungkapkan terkait komunikasi anak yang dirasa agak terlambat ( berbicara ). 

Lansung hari itu juga dijawab oleh bidan dan bu dokter bagaimana  agar anak kita tetap aktip bekomunikasi :

1. Ajak selalu berceloteh : ini istilah santai bu bidan dan bu dokter. Kalau orang dewasa mah berbincang atau ngobrol. Apapun bisa kita bicarakan. Mulai dari kita bicarakan tentang keluarga kita. Mulai dari nama, mana ibu , mana ayah. Atau mungkin mengenalkan anggota tubuh juga bisa. 

2. Bernyanyi : nah ini mungkin part yang paling menyenang kan kita secara tidak langsung ngajarin anak komunikasi kata via bernyanyi. 

3. Mendongeng : ini salah satu cara mengajarkan anak kita biar tetap aktip berkomunikasi. Fokus mendengarkan kata kata yang dibacakan itu bisa menambah kosakata anak sehingga ketika bivara atau berkomunuikasi bisa lancar. 

4. Exercise teknik bicara : ini yang awal aku gak ngeuh ternyata latihan teknik bicara itu ada. Diberi contoh seperti latihan oramotor,meniup peluit , belajar menjulurkan lidah , bilang bbbbbbb. Itu teknik teknik awal yang bisa dilakukan kita sebagai orang tua agar anak mau berkomunikasi alias mau bicara.

Ke empat aktivitas diatas sering bangeut aku lakukan bersama anak dirumah. Berkomunikasi dengan anak alhamdulillah aku  tidak merasa kesulitan. 

Dan di tempat posyandu yaya ternyata banyak yang terkendala perihal komunikasi anak ( kontek nya berbicara). Beruntungnnya ada sesi sharing walau singkat.

Jujur sih sesi posyandu kemarin jadi kerasa bangeut posyandu nya haha. Biasanya timbang ukur lingkar terus pulang. Session sharing dengan ahli ternyata perlu. Aku juga butuh asupan ilmu ngurus anak biar tumbuh kembang anaku on track. 


27 komentar:

  1. Ini Posyandu nya bagus Teh Nuy karena ada sesi sharing nya, termasuk tentang tips agar anak aktif berkomunikasi. Umumnya ke Posyandu identik dengan ditimbang, masukin data, trus dikasih vitamin atau makanan tambahan, ya. Kalau bagus begini pasti para ibu hamil dan yang punya bayi dan balita pasti pada semangat ke Posyandu nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. setlah itu kegiatan ini jadi rutin, bnyak isu yang diangkat gak kalah menarik kmren soal gtm aduh itu lebih kocak ya Allah

      Hapus
  2. Bersyukur, poin 1 sampai 3 aku seriiiing banget lakuin bersama anak. Bahkan sedari anaknya masih cilik betul, alias gak bisa ngerespon sama sekali. Kita sebagai orang tua, emang mesti sering2 komunikasi sama anak. Entah itu ngobrol, nyanyi, atau bercerita.
    Ada anak saudaraku juga, yang sampe sekarang tuh kesulitan untuk bicara. Padahal umurnya udah lebih tua dari anakku. Faktornya apa? Banyakkk.. tapi salah satunya, karena orang tuanya jarang ngajak ngobrol. Kalo di kamar, scroll tiktok mulu. heuheuheu

    Beli tape di warung toktok
    Beli cheeseroll di padamenak
    Matiin hape, matiin tiktok
    Hayu ngobrol bersama anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. komunikasi itu keseharian yang jadi kalau ada ortu yg males komunikasi ko iso gitu aku juga heran

      Hapus
  3. Naaah speech delay ini kejadian Ama anaknya adikku. Tapi akhirnya ikut terapi wicara dengan dokter mba.

    Berarti penyebab nya Krn kurang distimulasi untuk berkomunikasi ya? Soalnya adikku dan suaminya bisa dibilang pendiam. Suaminya juga sibuk kerja . Tp setelah ikut terapi mereka pun akhirnya paham untuk ikut melatih anak mengobrol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. spech delay dibahas serius , karena bidan sama dokter langsung tes anak dengan interiew mini , nanya nama , umur brpa itu kalau di jawab lancar udh bisa ada kesimpulan smntara

      Hapus
  4. Exercise teknik bicara ini kayaknya secara nggak sengaja sudah dilakukan sama ibu-ibu yang punya anak sejak bayi ya. Kayak, mengeja mama, papa, dan lain sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu keseharian yang enggak kita sadari ternyata

      Hapus
  5. Mendongeng ini jadi salah satu tips menarik Teh.

    Daku pernah dongeng-dongeng ceria ke keponakan, dan dianya nyerocos terus dan banyak tanya, hihi.

    Jadinya memang perlu dari si orang dewasanya juga ya yang melatih secara konsisten.

    BalasHapus
  6. Saya setuju sekali ini, Mbak. Kalau bicara soal tumbuh kembang anak, disesuaikan dengan sikon buah hati masing-masing saja. Jangan sampai membanding-bandingkan. kerena betul, setiap anak fase tumbuh kembangnya berbeda-beda.
    Dan yess banget ini, komunikas dengan anak harus terus dibangun, agar ikatan terus terjalin. Ini akan sangat membantu anak dalam masa tumbuh kembang. termasuk proses berbicara.

    BalasHapus
  7. Di tempat tinggalku, posyandunya aktif banget. Tiap bulan tuh, selain penimbangan dan pemberian vitamin, mesti ada semacam sesi ngobrol sama orangtua yang punya anak balita, ku sesekali ikut, kalau pas dasawismaku bertugas jadi relawan.
    Alhamdulillah, tiga anakku lancar bicara dari umur 1,5 tahun. Gaya bicara anak-anak tentunya.

    BalasHapus
  8. Bagus sekali Posyandu nya aktif dan perhatian dengan hal detail seperti ini, kadang suka kelewat soalnya. Apalagi perkara ngobrol sama anak penting untuk tumbuh kembang anak. Bagus sekali dampaknya dari berbagai sisi

    BalasHapus
  9. Aku juga suka banget bagian sharing dari posyandu-nya. Bener sih, biasanya cuma timbang dan ukur, tapi pas ada sesi diskusi kayak gini jadi terasa lebih “hidup” dan bermanfaat. Apalagi topik komunikasi anak itu memang sering bikin orang tua kepikiran, bahkan kadang dipendam sendiri.

    BalasHapus
  10. aktif berkomunikasi dengan anak ini memang penting banget ya terutama di masa 1000 hari pertama anak di mana tumbuh kembangnya itu berada pada periode emasnya

    BalasHapus
  11. Salah satu asalan aku sellau datang ke posyandu tuh gara² ini mbak. Selain bisa tahu perkembangan anak juga, di posyandu aku bisa banyak nanya terkait anakku. Misal kalau anak GTM pas MPASI gimana dan lainnya. Dan beruntungnya kalau dapat bidan yang nggak pelit berbagi tips² perawatan anak sampai masalah gizi anak jadi bener² terbantu banget. 😍

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah, kabar baik banget ya Teh Nuy, posyandu nya bukan hanya sekadar menimbang berat badan anak tapi ada sesi sharing juga.

    Keempat cara teh Nuy buat memperlancar komunikasi anak sangat oke sekali, aplikatif, read alound pun mesti dibiasakan sebelum bobok nih. Jadi imajinasi dan kreativitas anak juga meningkat dan kosakata anak bertambah terus.

    Semoga dimudahkan dan dilancarkan dalam membersamai anak tercinta 😊😇

    BalasHapus
  13. Di era serba digital ini, tantangan terbesar memang menjaga anak agar tidak terlalu terpaku pada layar (screen time) dan tetap semangat mengeksplorasi dunia fisiknya.

    Aku seneng nih POV kak Nuy soal aktivitas fisik itu tidak harus selalu olahraga berat, tapi bisa dimulai dari permainan sederhana di halaman rumah atau sekadar mencontohkan kebiasaan gerak dari orang tuanya sendiri.

    Yg menarik, pentingnya menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak merasa "bermain" alih-alih sedang "berolahraga"; sebuah strategi psikologis yang sangat jitu untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini tuh.

    BalasHapus
  14. Setuju banget sih sama poin-poin di atas. Anak keduaku dulu sempat ada di fase kosakatanya nggak nambah-nambah, tapi terus aja aku ajak ngomong, nyanyi, baca buku, tiup-tiup, belajar minum pake sedotan, akhirnya pada suatu titik terjdi ledakan kosakata. Jadi cerewett banget sampai sekarang. Ngomong mulu hahahaha... Alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah te pas di posyandu kemren , ku baru ngeuh aja segitu bnyaknya kendala anak kurng aktipp berkomunikasi itu ad sebab akibatnya

      Hapus
  15. Kalau aku dulu setiap ngajak anak jalan-jalan selalu aku ngomong ini ada tumbuhan, hewan, liat ke luar jendela terus aja saya ajakin ngomong. Nyanyi jarang sih, paling kalau pas liat youtube aja saya ikutan nyanyi dikit. Memang orang tua berperan besar sih terhadap proses tumbuh kembang anak termasuk kemampuan berkomunikasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. skrng udh bawel dia malah balik tnya hehe lho teh , ini apa knpa bisaa ko rumah nya diluar ko makannya mentaah

      Hapus
  16. Nah, bagus nih kader-kader posyandunya. Ini jadi sebagai bentuk reminder buat orang tua ya supaya bisa lebih ngajak anak komunikasi. Soalnya sekarang karena ada gadget jadi anak bayi pun ada aja yang sudah dikasih gadget. Alhasil komunikasinya cuma satu arah dari gadget. Katanya itu juga jadi salah satu faktor yang bikin anak speech delay.

    Sepenting itu ternyata peran orang tua buat "ngoceh-ngoceh" ke anak, ya. Ngomong apa aja, cerita, dongeng, nyanyi, suapaya ada interaksi nyata dankomunikasi dua arah. Nah, kalau y poin terakhir soal teknik bicara ini juga aku baru ngeh mba.. Ternyata sesimpel niup pluit juga bisa jadi ssatu cara ngelatih anak aktif komunikasi ya.

    BalasHapus
  17. Mendongeng, itu salah satu caraku untuk mengajak anak berkomunikasi, kemudian aktif mendengarkan dia bercerita, dari sana ada aja bahan untuk dibicarakan. pokoknya punya anak kecil harus aktif ngobrol kok, karena dari sana mereka juga akan belajar banyak hal. Kosakatanya bisa brudul banyak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus ddipaksakan aktip ga boleh egois ya teh

      Hapus
  18. Membacakan buku dan mendongeng masih jalan ninjaku.. hehe.. so far masih membantu sih untuk menambah kosa kata anak... terutama bayi kecik itu yang masih belajar berceloteh

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini asupan kosakata ternyata dari kita orang tua

      Hapus
  19. Bagus banget Posyandu-nya Teh, enggak hanya nimbang badan dan ngukur tinggi badan. Tapi juga ada mini class parenting. Komunikasi dengan anak memang penting Dan Salah satu tujuannya adalah meningkatkan bonding antara ortu dengan anak.

    BalasHapus

Wah Ada Pasar Malam Di Cibaduyut Kota Bandung

Tiba-tiba ada pasar  malam di deket rumah , duh pasti rame nya minta ampun Betul sekali ramenya itu rame bangeut. Aku mau sedikit cerita soa...